bjj di indonesia
Bela Diri

Sejarah Brazilian Jiu Jitsu di Indonesia

Sejarah brazilian jiu jitsu merupakan salah satu beladiri pertarungan lantai yang populer di negara Brazil. Seni bela diri jiu jitsu ini merupakan hasil pengembangan Kadokon Judo yang dikembangkan oleh Mitsuyo Maeda dengan Gracie.

Keluarga Gracie akhirnya berhasil membuat seni bela diri ini populer di taraf Internasional. Semua itu dimulai saat ajang tarung ultimate fighting championship. Keluarga Gracie selalu berhasil keluar sebagai juaranya.

Bela diri brazilian jiu jitsu ini lebih fokus untuk pertarungan bantingan, kuncian, dan cekikan. Jadi para seni bela diri ini mengusung filosofi melawan yang lebih kecil, lambat, dan lemah untuk mengalahkan mereka yang lebih kuat dan besar.

Keunikan Seni Bela Diri Brazilian Jiu Jitsu

Seni bela diri brazilian jiu jitsu ini memiliki 3 teknik yang harus dikuasai yaitu :

  1. Kemampuan untuk menahan lawan saat posisinya kurang menguntungkan
  2. Teknik pindah posisi dari yang tidak menguntungkan ke posisi yang menguntungkan
  3. Bisa mengalahkan lawan dari segala posisi

Ciri khas dari brazilian jiu jitsu adalah melakukan serangan dan kuncian dan bantingan di lantai. Sehingga para atlet ini akan berusaha mencari posisi yang paling menguntungkan untuk menjatuh lawannya sampai tidak berdaya. Jadi kuncinya dalam bela diri ini adalah membuat lawan tidak mampu bangkit dan lemah.

Perkembangan Bela Diri Brazilian Jiu Jitsu di Indonesia

Seni bela diri brazilian jiu jitsu pertama kali populer di Indonesia berkat komunitas brazilian jiu jitsu Indonesia. Komunitas ini dibawa oleh mantan mahasiswa Australia dan Amerika Serikat.

Seiring berjalannya waktu komunitas brazilian jiu jitsu Indonesia ini akhirnya berhasil mengenalkan di kalangan masyarakat. Semua itu dibuktikan dengan semakin banyaknya perguruan brazilian jiu jitsu.

Ade Julius Titale merupakan praktisi brazilian jiu jitsu yang sudah berhasil meraih kemenangan secara Nasional dan Internasional. Sampai akhirnya banyak sekali peminat seni bela diri brazilian jiu jitsu di Indonesia.

Bela diri brazilian jiu jitsu sama dengan berbagai jenis bela diri lainnya yang ada di dunia. Seni bela diri ini juga memiliki tingkatan sabuk untuk menyesuaikan kemampuan yang dimilikinya. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa tingkatan sabuk di brazilian jiu jitsu.

  1. Sabuk putih

Sabuk putih ditunjukkan untuk mereka yang baru belajar teknik lolos dari kuncian dan teknik bertahan. Memahami beberapa teknik serangan lawan mulai dari teknik bantingan, cekikan, dan kuncian.

  1. Sabuk biru

Atlet yang sudah memiliki sabuk biru itu artinya anda sudah memahami teknik kombinasi kuncian, bantingan, dan cekikan. Setelah itu mencari solusi terbaik untuk menerapkan semua teknik tersebut dengan baik.

  1. Sabuk ungu

Bagi mereka yang sudah berhasil mendapatkan sabuk ungu itu artinya mereka sudah memiliki pengetahun brazilian jiu jitsu dan sudah bisa mengajar. Kalau dalam seni bela diri lainnya ini sudah sabuk hitam.

  1. Sabuk coklat

Sabuk coklat ini diperuntukkan mereka yang sudah ahli dalam menerapkan semua teknik brazilian jiu jitsu.

  1. Sabuk hitam

Sabuk hitam pada seni bela diri brazilian jiu jitsu merupakan mereka yang sudah mahir semua teknik brazilian jiu jitsu. Ketika anda sudah memiliki sabuk hitam brazilian jiu jitsu, itu artinya anda bisa membuka perguruan brazilian jiu jitsu yang baru.

Pushup untuk latihan BJJ

Saat ini peminat bela diri brazilian jiu jitsu ini sudah sangat banyak. Seni bela diri ini bisa dipelajari sejak usia anak-anak sehingga teknik penguasaan bisa dipelajari dengan baik. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan belajar bela diri kalau hanya untuk ajang pamer dan lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah brazilian jiu jitsu dan perkembangannya di Indonesia. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa menambah pengetahuan anda akan seni bela diri sejarah brazilian jiu jitsu.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *